Opini yang ditulis dalam blog ini adalah semata-mata opini pribadi penulisnya dan tidak mewakili sikap atau pendapat Ponorogo Blogger Community (PBC).
PBC tidak bertanggung jawab atas komentar, trackback dan pingback yang ditulis oleh pihak lain. Seluruh komentar, trackback dan pingback adalah tanggung jawab masing-masing pemiliknya. PBC akan memberikan informasi yang ada tentang penulis komentar, trackback dan pingback jika diminta secara hukum.
dikala aku masih remaja.suka keselahung dengan kereta uap ke gunung loreng kamping 3hari dengan makan sampek sambal terasi nikmat banget.apalagi sambil menikmati matahari terbit indah sekali, diujung mata memandang melihat petani menanam singkong.
sekarang cah ponorogo punya komonity semoga bisa rukun dan bisa nenjalin hubungan sesama wong ponorogo.
saya sedih melihat ponorogo itu setiap saya pulang pasif hanya begitu2aja.industri mati, bahkan nyaris disebut kota tkw/ttki semoga dengan adanya Comunity ini bisa membangun kominikasi dengan orang2ponorogo yang ada diperantatauan.Sebenarya ponorogo banyak yang digali walaupun penghasil singkong,pohon nilam,jeruk pulung bisa kita kembangkan.coba kita tengo,berapa dari tukang ojeg/becak, sampai jendral ada diperantaaun.dan ada yang ahli segala disiplin ilmu.tapi mereka engan pulang keponorogo.paling hanya lebaran saja, saya punya usul pemegang pemerintahan bapak bupati coba hubungi beliau untuk mengumpulkan orang2 ponorogo yang ada diperantauan.untuk mmbangun ponorogo yang sesuai dengan misi dan visinya. yang akhirnya merubah dari predikat kota tki menjadi ponorogo yang maju tidak tergantung pada pusat
Masukan yang sangat bagus mas.. sebenarnya saya juga sedih.. yup.. paling tidak kita sudah berusaha semaksimal mungkin dengan apa yang kta bisa, walaupun begitu m,emang kita semua harus mencari solusi termasuk mereka 9bupati dan jajarannya0 harus lebih ari dan kreativ…
dikala aku masih remaja.suka keselahung dengan kereta uap ke gunung loreng kamping 3hari dengan makan sampek sambal terasi nikmat banget.apalagi sambil menikmati matahari terbit indah sekali, diujung mata memandang melihat petani menanam singkong.
sekarang cah ponorogo punya komonity semoga bisa rukun dan bisa nenjalin hubungan sesama wong ponorogo.
saya sedih melihat ponorogo itu setiap saya pulang pasif hanya begitu2aja.industri mati, bahkan nyaris disebut kota tkw/ttki semoga dengan adanya Comunity ini bisa membangun kominikasi dengan orang2ponorogo yang ada diperantatauan.Sebenarya ponorogo banyak yang digali walaupun penghasil singkong,pohon nilam,jeruk pulung bisa kita kembangkan.coba kita tengo,berapa dari tukang ojeg/becak, sampai jendral ada diperantaaun.dan ada yang ahli segala disiplin ilmu.tapi mereka engan pulang keponorogo.paling hanya lebaran saja, saya punya usul pemegang pemerintahan bapak bupati coba hubungi beliau untuk mengumpulkan orang2 ponorogo yang ada diperantauan.untuk mmbangun ponorogo yang sesuai dengan misi dan visinya. yang akhirnya merubah dari predikat kota tki menjadi ponorogo yang maju tidak tergantung pada pusat
Artikel dll. kurang siiippppppppp, jelek dan menjemukan buat kontributor yang bener dong