Asal Sate

Mungkin ketika kita berada di kota Ponorogo kita dapat saja mengklaim bahwa Sate berasal dari kota Ponorogo. Namun ketika kita merantau ke luar kota, haiyah ternyata ada juga daerah yang “menawarkan” sate seperti sate madura.

Lalu manakah daerah asli asal sate itu?

Hm,, namun klo diruntut lagi sebenarnya sate ayam itu adalah makanan khas Indonesia. Mungkin selain Ponorogo dan Madura masih ada daerah lain yang mempunyai ciri sate sebagai makanan khas daerahnya. ;-)

Aggregator Ponorogo Blogger Community

Akhirnya Ponorogo Blogger Community memiliki aggregator atau dalam bahasa jetisan disebut feed reader. Dengan begitu maka seluruh posting dari rekan-rekan Blogger Ponorogo akan terdokumentasikan menjadi satu.

Dan dapat diakses melalui http://bloggerponorogo.co.cc atau http://bloggerponorogo.net46.net. Meskipun masih jauh dari sempurna dan masih menggunakan hosting gratisan tidak mengurangi rasa kebersamaan seluruh Blogger Ponorogo.

Untuk sementara register secara langsung melalui http://bloggerponorogo.co.cc belum bisa dilakukan. Untuk itu bagi rekan Blogger Ponorogo dapat mengirimkan biodatanya ke bloggerponorogo@gmail.com. Dengan subjek [Member Enggal Ponorogo Blogger Community] dengan menyertakan Nama, Alamat, URL blog, Email, HP, pekerjaan, dan alasan bergabung. Mohon maaf atas ketidaknyamanan ini.

Pun ngoten mawon rumiyen, saran dan kritik yang membangun sangat diharapkan.

Salam,..

Acer Mengadakan Lomba Blog

Dalam rangka memeriahkan Acer Education Fiesta, Acer akan mengadakan Kompetisi Blog yang terbuka untuk mahasiswa & dosen.

Tema:
Breaking the Barriers of E-Learning implementation in Indonesia
Higher Education and Government Policy to support the realization
of Generation E

Persyaratan Lomba:
1. Kompetisi ini hanya terbuka bagi blogger yang telah mendaftarkan diri melalui website www.acer-elearning.com (isian formulir ada dibawah ini) dan menjadi member di http://forum.acer-elearning.com
Read more »

Angkringan Ponorogo

Hm,, nasi kucing, segelas kopi dan gorengan. Ya mungkin anda pernah mendengar ini semua yang identik dengan warung kopi atau angkringan. Dengan kesederhanaan warung angkringan di tengah keberadaan gedung-gedung baru yang tengah dibangun, warung angkringan tetap terjaga keberadaannya.  Walapun sebagian penjual angkringan di Ponorogo adalah para pendatang, namun hal ini bukan menjadi masalah buat para angkringers.

Angkringan yang berderet di trotoar jalan raya di pinggir jalan tiap sehabis maghrib menjual dagangan yang hampir serupa yaitu kopi, teh dan gorengan. Kopi dan makanan lainnya selalu setia menenmani saat aku ngangkring bersama bolo-bolo kurawa. Begadang bersama bolo-bolo kurawa dengan ditemani segelas kopi adalah sesuatu hal yang sekarang jarang aku dapatkan. Inilah salah satu ciri khas kutho-ku ini.

Sayang, aku sudah lama ndak menikmati masa-masa ngangkring lagi. Mudah-mudahan kabar angkringan tetep ada keberadaannya. :-)

Pengusaha Ponorogo Berderma senilai Rp. 250 juta

Anggap Bersedekah, Ratusan Pasien Sambut dengan Suka Cita

Banyak jalan untuk berdema. Bila motivator Tung Desem menyebar uang dari pesawat, seorang pengusaha sukses asli Ponorogo punya cara lain lagi. Imam Sudrajad yang lebih dikenal dengan nama Tunggak, memilih mengobatkan gratis ratusan penderita stroke ke RSUD dr Hardjono. Bagaimana ceritanya?

KURSI roda mengantar perjalanan seorang lansia (lanjut usia) dari ruang laborat ke poli syaraf RSUD Hardjono Ponorogo. Tubuhnya harus dipegangi tatkala hendak beranjak dari alas kursi. Tongkat diraih, nenek itu mencoba berjalan tertatih. Dia ganti duduk di deretan kursi plastik ruang tunggu.
Read more »

Unmuh Mempunyai Rektor Baru

Estafet kepemimpinan Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Ponorogo bergulir. Sulton, akhirnya dilantik sebagai rektor Unmuh Ponorogo periode 2008-2012 menggantikan Zainun Sofwan. Sulton dilantik berdasarkan SK PP Muhammadiyah Nomor 93/KEP/I.0/D/2008.

Pelantikan yang digelar di Dome Unmuh Ponorogo kemarin (14/6) dihadiri civitas akademika seperti Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) serta UKM termasuk dihadiri Ahmad Mursidi (perwakilan PP Muhammadiyah). ”Terima kasih atas kepercayaaan yang telah diberikan kepada kami dan kami minta untuk kebersamaan memajukan program akademik Unmuh Ponorogo ke depan,” kata Sulton usai mendapat ucapan dari para undangan yang hadir.
Read more »

HAK DAN KEWAJIBAN PASIEN. SADARKAH KITA…. ?

Seringkali kita sebagai pasien hanya bisa menerima saja apapun yang disampaikan oleh dokter tentang penyakit serta tindakan yang diambil untuk penyembuhan penyakit tersebut. Namun apakah lantas dokter dan tenaga medis lain dapat bertindak semena-mena terhadap tubuh kita? Tentu jawabannya adalah tidak. Karena pada dasarnya dokter dalam melakukan praktek kedokteran berada di bawah sumpah dokter dan kode etik kedokteran yang mengharuskan mereka memberikan pelayanan yang terbaik bagi pasiennya. Read more »

Ponorogo Raih Adipura (lagi)

Setelah beberapa tahun Piala Adipura tak kunjung datang. Akhirnya kabupaten Ponorogo memperoleh lagi Adipura untuk kategori kota kecil.

Dalam Politik Kebahasaan kita “Reyog Versus Reog”

Reyog Versus Reog

Dalam Politik Kebahasaan Kita

Oleh; Paring Waluyo Utomo

Sumpah Pemuda tahun 1928 mungkin merupakan sejarah penting bagi tonggak perkembangan Bahasa Indonesia. Sebab sejak disumpahkan oleh beberapa wakil dari daerah yang ada di Hindia Belanda (sebelum Indonesia merdeka), Bahasa Indonesia sebagai bahasa perakat, bahasa nasional, dan simbol persatuan. Walau Bahasa Indonesia telah menjadi media integrasi politik waktu itu, namun kelompok-kelompok masyarakat yang ada didaerah tetap memiliki kebebasan untuk mempribumisasikan Bahasa Indonesia itu dalam konteks dan dialek lokalnya masing-masing.

Waktu terus bergulir, dan sejarah membuktikan Bahasa Indonesia menjadi bahasa resmi nasional. Tatkala Bahasa Indonesia telah mewujud menjadi bahasa negara, bukan semata-mata milik warga, maka bahasa itu segera distrukturisasikan, dibakukan, dan disempurnakan. Melalui kebijakan pembakuan Bahasa Indonesia yang baik dan yang benar seperti yang tercermin dalam Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) itulah, seluruh pengajaran dan pendidikan nasional harus merujuk atas EYD itu. Read more »

Ngebel, Masihkah Seperti Dulu?

ngebel-13.jpgSetelah lama tak berkunjung ke Ngebel, akhirnya kemarin (9/2) jadi juga pergi kesana. Kita mengendarai 4 sepeda motor, sebenarnya kemarin direncanakan naek mobil tapi karena ga ada yg nyetir jd harus naik sepeeda motor. Jalan-jalan ke Ngebel kemarin dalam rangka refreshing setelah suntuk dengan kuliah yang padat. Rencana ke Ngebel juga didukung dengan adayanya tawaran ikan Nila bakar gratis dari salah seorang teman.

Yaa, Ngebel masih dikelilingi dengan pohon-pohon besar yang cukup membuat suasana semakin sejuk. Jalan menuju ke Ngebel juga sudah di aspal dengan baik kecuali di daerah Plalangan sampai setelah jembatan Jenangan (dengan kondisi jembatan yang masih diperbaiki). Sesampai didepan gerbang masuk telaga kami dicegat untuk membayar karcis seharga Rp. 2500 per orang dan Rp. 500 untuk parkir motor.
Read more »